Kamis, 13 Juni 2013


Penyakit Jantung Koroner terutama disebabkan oleh proses aterosklerosis yang merupakan suatu kelainan degeneratif, meskipun dipengaruhi oleh banyak faktor. Karena kelainan degeneratif, maka dengan usia harapan hidup Indonesia yang makin bertambah, jelas bahwa insidensinya akan makin meningkat. Selain itu seringnya ia menyebabkan kematian mendadak dan menyerang usia produktif maka PJK menjadi suatu penyakit yang penting.
Menurut survey kesehatan rumah tangga(SKRT) tahun 1992 penyakit jantung telah menjadi penyebab kematian no 1 di Indonesia. Hal ini menunjukan perkembangan yang signifikan dimana pada SKRT 1972 penyakit jantung masih menempati urutan ke11 dan SKRT 1986 sudah menduduki urutan ke 3.
Selain faktor kependudukan yang mempengaruhi meningkatnya penyakit jantung dan pembuluh darah juga adalah faktor berubahnya masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Hal ini terutama terlihat di kota-kota besar dimana tingkat stres meninggi berubahnya kebiasaan hidup seperti kurang gerak serta berubahnya pola makan ke arah konsumsi tinggi lemak, kebiasaan merokok dll.
Apabila tidak terdeteksi dini dan ditangani secepatnya, penyakit jantung koroner dapat berakhir dengan kematian atau kecacatan tubuh. Hal ini jelas merupakan suatu hal yang merugikan. Oleh karena itu penulis mengajak pembaca untuk dapat mengenal gejala awal penyakit jantung koroner sehingga dapat memeriksakan diri dan mendapat pengobatan secara dini serta mencegah berlanjutnya penyakit menjadi lebih parah.
Gejala awal penyakit jantung koroner dapat saja ringan seperti Dispneu (nyeri saat bernafas), nyeri dada, pingsan, berdebar debar, letih, sianosis.2 Jika kerusakan pada jantung masih sangat minimal maka sering juga tidak ada gejala sama sekali. Maka dalam hal ini diperlukan pemeriksaan labolaterium yang telitiagar dapat mendeteksi lebih dini dan akurat.
Dispneu merupakan perasaan nyeri atau tidak enak saat bernafas normal. Dispneu harus dibedakan dari sesak nafas. Pada sesak nafas penyebabnya adalah menyempitnya bronkus dan trakhea (saluran udara dalam paru-paru) sehinggga menyulitkan penderita unutk bernafas. Sedangkan pada dispneu tidak ada hambatan pada aliran nafas hanya saja saat menarik nafas dada akan terasa sakit. Hal ini disebabkan pada saat menarik nafas tekanan udara dalam dada meninggi sehingga menekan pembuluh koroner.
Normalnya pada pembuluh koroner yang tidak mengalami penyempitan aliran darah tetap lancar namun pada pembuluh koroner yang telah mengalami penyempitan, aliran darah yang membawa oksigen ke jantung terganggu dan rasa sakit merupakan manifestasi dari kerusakan otot jantung yang kekurangan oksigen.
Rasa nyeri dada pada PJK khas, dimana dada dirasa seperti ditusuk tusuk dan seringkali nyerinya dapat merambat dari dada naik ke bahu sampai ke lengan kanan atas. Keadaan ini disebut sebagai nyeri alih. Hal ini dikarenakan daerah ini dipersarafi oleh serabut saraf yang sama. Pada umumnya nyeri dada mulai terasa bila penyempitan pembuluh darah telah lebih dari 50%.

0 komentar:

Poskan Komentar

MY TWITTER

MEMBERS

TIMEE

Search

Memuat...

About Me

Foto Saya
Asti Dwi Padmayan
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Blogroll

About

My name is asti. I'm 19 old Welcome to my blog and thank you for visit. God bless

Blogger templates

Blogger news

FLAG COUNTER

Flag Counter